وَالطُّوْرِۙ
Demi gunung (Sinai),
(Demi Thur) Thur nama sebuah bukit tempat Allah berfirman secara langsung kepada Nabi Musa.
Surah 52 · Makkiyah
Bukit Tursina
وَالطُّوْرِۙ
Demi gunung (Sinai),
(Demi Thur) Thur nama sebuah bukit tempat Allah berfirman secara langsung kepada Nabi Musa.
وَكِتٰبٍ مَّسْطُوْرٍۙ
demi Kitab yang ditulis
(Dan demi Kitab yang ditulis).
فِيْ رَقٍّ مَّنْشُوْرٍۙ
pada lembaran yang terbuka,
(Pada lembaran yang terbuka) yakni kitab Taurat atau kitab Alquran.
وَّالْبَيْتِ الْمَعْمُوْرِۙ
demi Baitulmakmur,
(Dan demi Baitulmakmur) yang berada di langit ketiga, atau keenam atau yang ketujuh, letaknya persis berada di atas Kakbah; setiap hari diziarahi oleh tujuh puluh ribu malaikat yang melakukan tawaf dan salat di situ dan mereka tidak kembali lagi kepadanya untuk selama-lamanya.
وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوْعِۙ
demi atap yang ditinggikan (langit),
(Dan demi atap yang ditinggikan) yakni langit.
وَالْبَحْرِ الْمَسْجُوْرِۙ
dan demi lautan yang dipanaskan (di dalamnya ada api),
(Dan demi laut yang penuh) penuh airnya.
اِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَاقِعٌۙ
sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi.
(Sesungguhnya azab Rabbmu pasti terjadi) pasti menimpa orang yang berhak menerimanya.
مَّا لَهٗ مِنْ دَافِعٍۙ
Tidak ada sesuatu pun yang dapat menolaknya.
(Tidak ada seorang pun yang dapat menolaknya) yang mampu menolak azab itu.
يَّوْمَ تَمُوْرُ السَّمَاۤءُ مَوْرًاۙ
(Azab Tuhanmu terjadi) pada hari (ketika) langit berguncang sekeras-kerasnya
(Pada hari) menjadi Ma'mul bagi lafal Waaqi'un (ketika langit benar-benar berguncang) pada waktu langit bergerak dan berputar.
وَّتَسِيْرُ الْجِبَالُ سَيْرًاۗ
dan gunung-gunung bergerak dengan dahsyat.
(Dan gunung-gunung benar-benar berjalan) maksudnya, menjadi debu yang beterbangan, demikian itu adalah hari kiamat.
فَوَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَۙ
Maka, pada hari itu celakalah orang-orang yang mendustakan,
(Maka kecelakaan yang besar) azab yang keras (di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan) rasul-rasul.
الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ خَوْضٍ يَّلْعَبُوْنَۘ
(yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan (perbuatan dosa).
(Yaitu orang-orang yang dalam kebatilan) dalam perkara yang batil (mereka bermain-main) mereka sibuk dengan kekafiran mereka.
يَوْمَ يُدَعُّوْنَ اِلٰى نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّاۗ
(Azab Tuhanmu terjadi) pada hari (ketika) mereka dicampakkan ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya.
(pada hari mereka didorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya) mereka didorong dengan kasar. Lafal ayat ini menjadi Badal dari lafal Yauma Tamuuru. Kemudian dikatakan kepada mereka dengan nada mencemoohkan,
هٰذِهِ النَّارُ الَّتِيْ كُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُوْنَ
(Dikatakan kepada mereka,) “Inilah neraka yang dahulu kamu dustakan.”
("Inilah neraka yang dahulu kalian selalu mendustakannya").
اَفَسِحْرٌ هٰذَآ اَمْ اَنْتُمْ لَا تُبْصِرُوْنَ
Apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat?
(Maka apakah ini sihir) maksudnya, apakah azab yang kalian lihat sekarang seperti juga apa yang kalian katakan mengenai wahyu, bahwa itu adalah sihir. (Ataukah kalian tidak melihat?).
اِصْلَوْهَا فَاصْبِرُوْٓا اَوْ لَا تَصْبِرُوْاۚ سَوَاۤءٌ عَلَيْكُمْۗ اِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Masuklah ke dalamnya (dan rasakan panas apinya)! Baik kamu bersabar atau tidak, sama saja (tidak ada manfaatnya)bagimu. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan.
(Masukilah ia dan bersabarlah kalian) menanggung azabnya (atau kalian tidak bersabar) kalian tidak tahan (sama saja bagi kalian) karena sesungguhnya kesabaran kalian tidak ada manfaatnya sama sekali (sesungguhnya kalian hanya diberi balasan terhadap apa yang telah kalian kerjakan) tentang pembalasannya.
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّنَعِيْمٍۙ
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan.
(Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan).
فَاكِهِيْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمْ رَبُّهُمْۚ وَوَقٰىهُمْ رَبُّهُمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِ
Mereka bersuka ria dengan apa yang Tuhan anugerahkan kepada mereka. Tuhan menjaga mereka dari azab (neraka) Jahim.
(Mereka bersuka ria) artinya, hidup penuh dengan kesenangan (dengan apa) huruf Maa di sini adalah Mashdariyah (yang didatangkan kepada mereka) diberikan kepada mereka (oleh Rabb mereka; dan Rabb mereka memelihara mereka dari azab neraka) lafal Wawaqaahum di'athafkan kepada lafal Ataahum. Yakni mereka hidup dengan pemberian Rabb mereka dan berada dalam pemeliharaan-Nya. Lalu dikatakan kepada mereka,
كُلُوْا وَاشْرَبُوْا هَنِيْۤئًا ۢبِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۙ
(Dikatakan kepada mereka,) “Makan dan minumlah dengan nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan!”
("Makan dan minumlah dengan enak) lafal Hanii-an menjadi Hal atau kata keterangan keadaan, artinya dengan nikmat (sebagai balasan dari apa) huruf Ba di sini mengandung makna Sababiyah (yang telah kalian kerjakan").
مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى سُرُرٍ مَّصْفُوْفَةٍۚ وَزَوَّجْنٰهُمْ بِحُوْرٍ عِيْنٍ
Mereka bertelekan di atas dipan-dipan yang tersusun dan Kami menganugerahkan kepada mereka pasangan, yaitu bidadari yang bermata indah.
(Mereka bertelekan) menjadi Hal dari Dhamir yang terkandung di dalam firman-Nya, "Fii jannaatin" (di atas dipan-dipan berderetan) sebagian dari dipan-dipan itu letaknya berdampingan dengan yang lainnya (dan Kami kawinkan mereka) di'athafkan kepada lafal jannaatin, yakni Kami buat mereka senang dan tenang (dengan bidadari-bidadari) yang jeli matanya lagi sangat cantik.